Fakta-indonesia.com

Khofifah Dorong Pramuka Jatim Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

https://fakta-indonesia.com/wp-content/uploads/2024/11/POSTER-2-40_60CM-BUKTIKAN-TINTAMU-3.png


​Surabaya, Fakta Indonesia — Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mendorong Gerakan Pramuka untuk tidak hanya sekadar menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

​Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (2/9).

​Khofifah menilai tema Hari Pramuka tahun ini, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045″, sangat relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan strategis bangsa.
​”Tema tersebut menegaskan tiga arah penting, yaitu memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah.

​Menurut Khofifah, tantangan generasi muda ke depan tidak cukup direspons hanya dengan kecerdasan akademik. Laju perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) menuntut generasi muda memiliki karakter adaptif, tangguh, serta mampu bekerja sama. Di sinilah Gerakan Pramuka memegang peran strategis melalui pendidikan karakter berbasis pengalaman nyata.

​Potensi Pangan Jatim dan Peran Pramuka
​Khofifah menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.

​Berdasarkan data Angka Tetap BPS Jatim yang dirilis 2 Februari 2026, produksi padi Jatim sepanjang 2025 mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dari luas panen 1,84 juta hektare. Capaian itu tumbuh 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya dan setara dengan 6,03 juta ton beras konsumsi.

​Sementara pada 2026, potensi produksi padi Jatim periode Januari–Oktober diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG (setara 5,69 juta ton beras), menempatkan Jatim sebagai produsen padi tertinggi secara nasional.
​Khofifah menilai capaian ini sebagai peluang besar bagi Pramuka untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya sektor pertanian dan pangan sejak dini.

​”Saya menyambut baik semangat ‘Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan’ yang dapat disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Jawa Timur. Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah atau petani, melainkan butuh keterlibatan seluruh elemen, termasuk generasi muda,” tegasnya.

​Ia juga mengapresiasi kolaborasi Pramuka dengan Unesa, khususnya dalam penyediaan jalur beasiswa pendidikan 8 semester bagi anggota Pramuka berprestasi.

​Anugerah Lencana dan Penghargaan
​Dalam apel tersebut, Khofifah turut menyematkan sejumlah Lencana Tanda Penghargaan kepada tokoh daerah yang dinilai berkontribusi besar terhadap pengembangan Pramuka di Jatim.

​Beberapa penerima Lencana Melati di antaranya:
​Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Pd.
​Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani
​Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari
​Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai. ​Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono

​Sementara Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Adapun penerima predikat Pramuka Teladan diberikan kepada Muhammad Tsani Ainan Salsabyl, Hamdan Farrasy, dan Helga Erdi Valencia.

​Khofifah menutup amanatnya dengan berharap Gerakan Pramuka Jatim terus melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang adaptif dan siap mengawal visi Indonesia Emas 2045 serta membawa Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Exit mobile version