
Fakta-Indoneaia,Surabaya – Aktivitas di Terminal Purabaya Bungurasih, Surabaya, mulai menunjukkan lonjakan signifikan menjelang arus mudik Lebaran. Tercatat, sekitar 45 ribu orang hilir mudik setiap harinya di terminal terbesar di Indonesia ini. Namun, di balik masifnya pergerakan manusia tersebut,
terselip persoalan pelik: masalah sampah.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau langsung kesiapan terminal sebagai simpul transportasi utama di Jawa Timur.
Sorotan Tajam Menteri LH
Dalam keterangannya, Hanif secara blak-blakan menilai bahwa pengelolaan sampah di Terminal Bungurasih masih jauh dari kata ideal dan memerlukan pembenahan total, terutama menyambut lonjakan pemudik.
”Ini terminal yang sangat besar, sehingga penanganannya tidak sederhana. Kami masih melihat banyak faktor yang harus diperbaiki, khususnya terkait kebersihan dan pengelolaan sampah,” ujar Hanif.
Menurutnya, potensi timbulan sampah sangat tinggi karena mayoritas penumpang membawa kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Tanpa sistem yang terencana dan presisi, tumpukan sampah ini berisiko mencemari lingkungan terminal.
Ultimatum 5 Bulan dan Terjunkan Tim Gakkum
Tak sekadar memberi teguran lisan, Kementerian Lingkungan Hidup akan mengambil langkah tegas dengan menerjunkan tim penegakan hukum (Gakkum) lingkungan.
Beberapa poin instruksi Menteri LH antara lain:
Pemetaan Detail: Tim Gakkum akan mendata sistem pengelolaan sampah yang saat ini berjalan.
Deadline Pembenahan: Pengelola terminal diberikan waktu lima bulan untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
Fasilitas & SDM: Penambahan tenaga kebersihan dan penyediaan tempat sampah yang memadai di titik-titik krusial.
Ketegasan Aturan: Pengelola diminta tidak segan memberikan teguran kepada pengguna terminal yang membuang sampah sembarangan.
Apresiasi untuk Surabaya, Catatan untuk Terminal
Meski memberikan catatan kritis untuk Bungurasih, Hanif tetap mengapresiasi reputasi Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik di tingkat nasional. Namun, ia menekankan bahwa fasilitas di titik transportasi publik (simpul transportasi) tidak boleh luput dari standar kebersihan tersebut.
Pemerintah berharap, dengan perbaikan cepat, lonjakan pemudik tahun ini tidak meninggalkan jejak sampah yang merusak lingkungan, sehingga Terminal Bungurasih tetap menjadi pusat pergerakan yang nyaman dan sehat bagi masyarakat.(Luk)





