
Fakta-Indonesia — Perwira tinggi Polri kelahiran Bojonegoro, Dekananto Eko Purwono, resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua pada Rabu (2/9). Promosi kenaikan pangkat ini menyempurnakan posisinya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya yang diemban sejak Agustus 2025.
Pengangkatan Dekananto sebagai Wakapolda Metro Jaya sebelumnya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP/2025 tertanggal 5 Agustus 2025. Ia menggantikan Brigjen Djati Wiyoto Abadhy yang dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Kenaikan pangkat Irjen Pol Dekananto Eko Purwono ini tak lepas dari rekam jejak panjang dan sederet prestasi gemilang di bidang intelijen dan keamanan (Intelkam), baik saat bertugas di Jawa Timur maupun di Ibu Kota.
Jejak ‘Tangan Dingin’ Penjaga Kondusivitas Jawa Timur
Sebelum mengabdi di Jakarta, Dekananto menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jawa Timur selama dua tahun. Di wilayah hukum Jawa Timur, ia mencatatkan terobosan penting yang mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.
Salah satu prestasi monumentalnya adalah memimpin penertiban dan pembongkaran tugu perguruan silat yang selama ini kerap menjadi pemicu bentrokan antarkelompok. Sebanyak 686 tugu perguruan silat berhasil dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila.
Langkah berani ini merujuk pada Surat Edaran Bakesbangpol Jatim tertanggal 26 Juni 2023, yang terbukti efektif meredam eskalasi konflik horisontal antarsektor perguruan pencak silat di berbagai kabupaten/kota di Jatim.
Tak hanya meredam gesekan perguruan silat, Dekananto juga dikenal mahir melakukan pendekatan humanis kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk sukses merangkul dan menyatukan antarkelompok suporter sepak bola di Jawa Timur sehingga situasi Kamtibmas tetap terkendali.
Karier Menceroncong di Ibu Kota dan Struktur Nasional
Kepiawaiannya mengelola potensi konflik membawa Dekananto ditarik ke Ibu Kota pada 2024 untuk menjabat sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya. Di posisi strategis ini, ia berhasil mengawal stabilitas keamanan Jakarta di tengah tingginya dinamika politik dan sosial.
Karier Dekananto kian melesat. Belum genap satu tahun bertugas di Polda Metro Jaya, ia dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat markas besar sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Deddy Kusuma Bakti pada awal 2025. Jabatan ini menempatkannya sebagai salah satu figur kunci penopang intelijen keamanan nasional.
Hanya setahun bertugas di Baintelkam Polri, Dekananto kembali dipanggil ke Polda Metro Jaya untuk menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus 2025.
Inovasi ‘Jaga Jakarta On The Spot’ & Penghargaan dari Presiden
Sebagai Wakapolda Metro Jaya, Dekananto meluncurkan berbagai program prioritas untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah warga. Salah satunya adalah program Jaga Jakarta On The Spot.
”Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Irjen Dekananto saat mengulas program tersebut beberapa waktu lalu.
Memasuki bulan ketujuh masa jabatannya sebagai Wakapolda, prestasi Dekananto kembali diakui di tingkat nasional. Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Irjen Dekananto. Penghargaan ini diberikan atas peran aktif dan kontribusi besarnya dalam menyukseskan program prioritas pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan pangkat bintang dua yang kini resmi tersemat di pundaknya, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mempertegas perannya sebagai salah satu perwira tinggi terdepan Polri yang responsif, inovatif, dan berdedikasi tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.









