
Pamekasan, FAKTA-Indonesia — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tingkat Provinsi Jawa Timur di halaman Bakorwil Pamekasan, Rabu (28/10).
Dalam momen tersebut, Khofifah mendorong pemuda Jawa Timur untuk terus menguatkan karakter patriotik, pantang menyerah, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama.

Mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Khofifah menegaskan bahwa ketiga nilai tersebut merupakan fondasi penting bagi generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa.
”Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 kepada seluruh pemuda Jawa Timur. Mari kita rawat cinta kepada Indonesia dengan menjaga persatuan, tunjukkan kegigihan melalui karya, dan hidupkan empati dengan peduli kepada sesama,” kata Khofifah usai memimpin upacara.
Khofifah mengingatkan pentingnya meneladani semangat para pemuda tahun 1928 yang mampu melampaui sekat perbedaan suku, agama, dan latar belakang demi mengikrarkan persatuan Indonesia. Menurutnya, di era digital saat ini, nilai patriotisme juga perlu diwujudkan lewat kecermatan mengolah informasi dan etika berkomunikasi.

Ia turut menyoroti besarnya potensi pemuda di Jawa Timur. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS per Maret 2025, proporsi statistik pemuda di Jatim mencapai 20,74 persen.
Tak hanya itu, capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jatim Tahun 2024 juga mencatatkan angka 62,91, berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 62,88. Sementara pada domain partisipasi dan kepemimpinan, Jatim berhasil menyentuh angka 52,04, melampaui capaian nasional di angka 48,24.
”Anak-anakku, teruslah belajar dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, asah keterampilan, serta berani mencoba hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Jejak Historis Pamekasan dan Penghargaan untuk Inovator
Pemilihan Pamekasan sebagai pusat lokasi peringatan tingkat provinsi bukan tanpa alasan. Khofifah menyebut Pamekasan memiliki nilai sejarah yang mendalam, terutama sebagai daerah asal dua tokoh pemuda pergerakan nasional, yakni Mohammad Tabrani Soerjowitjitro dan R. Katja Sungkana.
”Pamekasan, Madura, memiliki jejak kontribusi penting dalam sejarah pergerakan pemuda dan perjuangan membangun persatuan nasional. Kisah kedua tokoh menunjukkan bahwa perjuangan kebangsaan juga dilahirkan dari putra-putra daerah yang memiliki visi besar,” tuturnya.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Pemprov Jawa Timur juga memberikan apresiasi kepada 21 penerima penghargaan yang terbagi ke dalam empat kategori:
Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur 2026:
Kota Surabaya (Bidang Lingkungan)
Kabupaten Lumajang (Bidang Ekonomi)
Kabupaten Tulungagung (Bidang Digital)
Kabupaten Bojonegoro (Bidang Kesehatan)
Kota Mojokerto (Bidang Sosial dan Inklusif)
Kabupaten Ngawi (Bidang Seni Budaya)
Kategori Inovator Muda:
Rifat Almajid Asnun & Kania Indah Ramadhan (Kab. Tuban)
Fadhila Kresna Diarta (Kota Madiun)
Yaprilidio Susetio Wobowo (Kab. Ponorogo)
Zahira Arzatisya Maharani & Muhammad Rizky Alfiansyah (Kota Malang)
Nasrullah Aziz (Kab. Malang)
Kategori Inisiator Lokal:
Ghifari Fajar Anugrah (Kota Surabaya)
Dini Wahyu Mulyasari & Khosidah Afkarina Rachman (Kab. Banyuwangi)
M. Khoirul Fatikin & Rohmatul Maulidiya (Kab. Gresik)
M. Zulfan Ilhami & Ence Adinda (Kota Malang)
Kategori Mitra Strategis Pemprov Jatim:
PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda atas dukungannya terhadap program pemberdayaan dan pengembangan kepemudaan.
Khofifah berharap apresiasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh pihak untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda dalam berkarya dan mengambil peran kepemimpinan.(luk/dna)






